Rabu, 20 Februari 2019

PENGELOLAAN SAMPAH-TIMBULAN SAMPAH PLASTIK BERKURANG
Harian Kompas, Kamis, 21 Februari 201

Upaya pemilahan dan pengelolaan sampah melalui bank sampah berkontribusi besar mengurangi timbulan sampah, terutama sampah plastik.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merilis data terbaru yang menyebutkan persentase komposisi sampah plastik tahun 2018 mencapai 15 persen. Angka ini berkurang satu persen dari tahun 2017

Meskipun hanya satu persen, jika dikorelasikan dengan timbulan sampah yang mencapai 65,7 juta ton pada tahun 2018, jumlahnya menjadi besar. Penurunan timbulan samaph plastik ini diperoleh melalui kerja keras berbagai pihak, dengan kontribusi terbesar dari bank-bank sampah yang kini mencapai 7.488 unit. 

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Taher, Rabu (20/2/2019), di Jakarta, mengatakan, komunitas-komunitas bank sampah mengumpulkan plastik yang bernilai jual dan bisa didaur ulang dari rumah tangga-rumah tangga. Upaya ini mencegah plastik terlepas ke lingkungan ataupun tempat pemrosesan akhir (TPA).

Sesuai data KLHK, dari total timbulan sampah, hanya 63 persen yang masuk ke TPA dan hanya sekitar 10 persen yang didaur ulang. Sisanya terbuang ke alam, termasuk ke laut. Dalam catatan Kementerian Koordinator Kemaritiman, penambahan sampah mencapai 38 juta ton per tahun dan terdapat 1,2 juta ton sampah plastik yang terbuang ke laut.

Mengurangi sampah plastik bisa dilakukan oleh semua lapisan warga. Untuk ini, kebiasaan mengurangi penggunaan plastik harus terus ditumbuhkan.     

Dalam kunjungan kerja ke Ambon, Rabu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama para isteri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era OASE) Kabinet Kerja mengajak para ibu di Kota Ambon untuk terus melawan sampah plastik.

Iriana dan para ibu mengumpulkan sampah di Pantai Galala Hative Kecil (Gatik). Hadir pula Nyonya Retty Assegaf, isteri Gubernur Maluku. Mereka memungut aneka macam sampah mulai dari kain, kantong plastik, kemasan makanan-minuman, kabel hingga tali yang terbawa di laut. 

Iriana mengatakan, gerakan Indonesia bersih ini akan terus dilakukan, bukan hanya kegiatan satu hari. Selain mengumpulkan sampah, sosialisasi juga terus dilakukan ke berbagai organisasi dan lapisan masyarakat.

Menurunnya timbulan sampah ini merupakan khabar positif terkait dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada tanggal 21 Februari. Pertama kali , HPSN ditetapkan pada tahun 2005 tepat setelah terjadinya tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat. Pemerintah terus mendorong masyarakat-melalui bank sampah-dan pemerintah daerah untuk mengelola dan mengurangi sampah, terutama sampah plastik. 

Meskipun kontribusinya masih kecil, bank sampah berperan mengurangi timbulan sampah plastik.Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, misalnya, terdapat 442 bank sampah unit dan satu bank sampah induk. Dari total volume sampah di Banjarmasin yang mencapai 600 ton per hari, bank sampah baru bisa mereduksi sampah sekitar 0,3 persen per hari.

"Peranan bank sampah harus lebih dioptimalkan lagi"kata Koordinator Pemilahan dan Pemberdayaan Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin, Atim Susanto. Setiap bank sampah diharapkan dapat mereduksi 100 kilogram sampah per hari. 

Kontribusi inisiatif daerah-daerah yang membatasi penyediaan kantong plastik sekali pakai di ritel jua masih kecil secara nasional. Jumlah daerah yang memiliki kebijakan tersebut baru 14 kabupaten/kota/provinsi dari 500 kabupaten/kota dam 34 provinsi. "Secara lokal terjadi penurunan berarti.Tetapi secara nasional masih belum signifikan"kata Novrizal.

Dia menyebutkan, pengurangan sampah pada tahun 2018 mencapai 2,76 persen dari 2,12 persen di tahun 2017. Dari sisi penanganan sampah, saat ini mencapai 68,13 persen. 

Angka pengurangan sampah masih jauh dari target yang dicantumkan dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga. 

Salah satu daerah yang gencar membatasi penggunaan kantong plastik adalah Banjarmasin. Setelah hampir tiga tahun menerapkan diet plastik di pasar moderen, baru-baru ini Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin mencanangkan gerakan membawa botol minuman (tumbler) dan gerakan membawa bakul purun (terbuat dari daun purun) pada saat berbelanja ke pasar tradisional. Penggunaan botol minuman diperkirakan mengurangi sekitar 1,2 ton sampah plastik per hari. 

Pemkot Jayapura juga membuat aturan pembatasan penggunaan kantong plastik Masyarakat dihimbau menggunakan tas noken pada saat belanja.        

1 komentar:

  1. Kali ini ditampilkan berita tentang pengelolaan sampah. Dalam tulisan ini diutarakan bahwa pern Bank-Bank Sampah dalam penanganan sampah, terutama sampah plastik. Beberapa daerah kini sudah memiliki Bank Sampah di antaranya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di samping sudah mendayagunakan bank sampah yang jumlahnya mencapai 442 unit, Pemkot juga mengeluarkan kebijakan "diet plastik" yang diberlakukan di kalangan peritel terutama ritel moderen. Di samping itu, masyarakat juga dihimbau untuk menggunakan botol tempat minum (tumbler) sebagai ganti kemasan plastik minuman dan bagi para pembelanja di pasar-pasar tradisional (pasar rakyat) dihimbau untuk mengguanakan bakul purun (terbuat dari daun purun) pada saat berbelanja. Ini semua untuk mengurangi penggunaan plastik yang pada akhirnya dapat mengurangi sampah plastik.

    BalasHapus