Sabtu, 01 September 2012

PEDULI TERHADAP KEBERSIHAN PASARKU

Di tengah-tengah citra umum Pasar Tradisional yaitu jorok dan kotor, sebenarnya masih banyak pedagang pasar yang peduli terhadap kebersihan pasarnya. Bagaimana kalau kepedulian ini ditularkan kepada semua para pedagang dan pengunjung pasar? Bagaimana caranya? Karena jika kepedulian pada kebersihan ini sudah dimiliki setidaknya oleh mayoritas para pedagang pasar, maka dapat dipastikan bahwa Pasar Tradisional yang bersangkutan memiliki citra yang berbeda dibanding dengan Pasar Tradisional pada umumnya pada saat ini.




Pada gambar di atas tampak baru setelah pasar tutup para pedagang yang berdagang di los basah mencuci dinding lapak dan lantai los yang terbuat dari keramik. Selama pasar sedang beroperasi seharusnya juga dilakukan pembersihan, setidaknya dengan mengepel lantai los. Pekerjaan ini biasa dilakukan di pasar moderen ketika masih jam operasi, sedangkan di pasar-pasar tradisional biasanya dilakukan setelah pasar selesai beroperasi pada sore atau malam hari. Sehingga pada saat jam operasi, pasar tradisional banyak dijumpai sampah di mana-mana. Terlebih lagi sarananya berupa tempat-tempat sampah jarang dijumpai di los-los.
Di beberapa pasar tradisional untuk mengatasi keterbatasan tempat-tempat sampah, dengan mengharuskan setiap pedagang menyiapkan tempat sampahnya sendiri, kemudian setelah pasar tutup (selesai beroperasi) mereka membuang sendiri ke tempat-tempat sampah yang sudah disiapkan. Apabila didekat tempatnya berjualan ketika pasar sedang beroperasi dijumpai sampah, maka ini adalah tugas dari pedagang yang bersangkutan untuk memungut sampah tadi dan dibuang di tempat sampah di lapak/kiosnya sendiri untuk nantinya dibuang ke tempat-tempat sampah yang disediakan. Dengan cara ini, setidaknya pada saat pasar sedang beroperasi jumlah sampah yang ada dapat dikurangi. Hal ini memerlukan kesadaran bersama di antara para pedagang dan ini sudah terjadi, namun masih terbatas di pasar-pasar tradisional tertentu. Apabila kesadaran para pedagang pasar ini sudah terwujud, maka kesadaran para pengunjung pasar terhadap kebersihan pasar sedikit demi sedikit juga diharapkan dapat terbentuk
Seringkali masalah lain yang dijumpai yaitu keterbatasan sarana kebersihan yang lain berupa ketersediaan air yang sangat diperlukan untuk membersihkan dinding lapak dan lantai los seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Keterbatasan sarana ini membuat para petugas kebersihan dan pedagang melakukan kegiatan kebersihan dengan apa adanya yang ini tidak menjamin sesuatunya menjadi lebih bersih. Kondisi inilah yang seringkali memadamkan motovasi orang-orang untuk peduli terhadap kebersihan di pasar-pasar tradisional. Oleh karenanya, untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan di pasar-pasar tradisional harus dilakukan secara komprehensif tidak hanya sekadar memotivasi orang tetapi juga bersama-sama dengan penyediaan sarana dan prasarana dalam jumlah cukup. Kembali aktivitas ini memerlukan komitmen bersama dan keseriusan serta konsistensi. Tampaknya sederhana dan banyak orang yang sudah mengetahuinya, namun kenapa tidak pernah dapat diwujudkan?  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar