Senin, 10 September 2012

CONTOH BAIK DARI PASARKU

Pasar tradisional tidak semuanya kotor, kumuh, semrawut dan atribut negatif lain. Penulis akan tampilkan pasar tradisional yang dapat dijadikan contoh bagi pasar tradisional lain. 
Pasar Tradisional dimaksud adalah Pasar Segar Graha Raya, Bintaro di selatan Jakarta yang letaknya di kawasan pertokoan ukuran sedang yang di kelilingi oleh kompleks perumahan. Di sekitar pasar tersebut, selain dipenuhi dengan toko-toko, fasilitas keuangan seperti kantor cabang (pembantu) beberapa bank, kantor-kantor, juga fasilitas lain termasuk beberapa minimarket. Sekalipun di dekat pasar terdapat minimarket, namun demikian pedagang pasar, baik yang berjualan di lapak-lapak maupun kios-kios di dalam maupun bagian luar pasar tampak tetap berjualan tanpa merasa tersaingi. Hal dikarenakan kondisi pasar yang bersih dan nyaman untuk dikunjungi. Berikut ulasan keberadaan pasar dimaksud dalam tampilan beberapa gambar.
Di pelataran kawasan tersebut dijumpai papan reklame yang cukup besar yang mempromosikan ke beradaan Pasar Segar Graha Raya, Bintaro yang ini dapat juga ditiru bentuknya untuk dipasang di pasar-pasar tradisional lain.









Di sekitar pasar ini berada dapat dijumpai pasar-pasar moderen yang sering kali ditakuti para pedagang di pasar-pasar tradisional di tempat lain. Tetapi di Pasar Segar ini justru dianggap sebagai pelengkap, bukan sebagai pesaing. Keberadaan pasar moderen ini justru mendatangkan pengunjung lebih banyak, karena tidak semua kebutuhan mereka dapat dipenuhi oleh pasar moderen, sehingga harus dicari di Pasar Segar ini.          





Pintu Utama Pasar Segar Graha Raya, Bintaro tampak bersih dari para pedagang yang biasanya pada pasar-pasar tradisional lain banyak berjualan di depan atau di sekitar pintu, sehingga menghalang-halangi para pengunjung yang akan masuk berbelanja di dalam pasar. Selain itu, apabila banyak dijumpai pedagang yang berjualan di sekitar pintu atau di depan pasar, maka ini membuat pasar kelihatan semrawut, sehingga para pengunjung pasar enggan untuk masuk ke dalam pasar, mereka merasa cukup berbelanja di depan pasar. Akibatnya, para pedagang di dalam pasar sepi dari pengunjung yang pada akhirnya mereka ke luar, berdagang di bagian luar pasar dan sebaliknya di dalam pasar kondisinya  sepi pengunjung dan jumlah pedagang yang berjualan berkurang.
Pasar Segar Graha Raya ini memiliki pintu-pintu lain, selain pintu utama dan semuanya tampak bersih dari para pedagang dan parkir kendaraan bermotor roda dua. Sehingga dari luar keadaan di dalam pasar tampak terang dan bersih.

Pada gambar di samping terlihat keadaan di dalam pasar. Tampak bahwa atap pasar sangat tinggi dengan kerangka baja dan tampak terang layaknya suasana di sebuah hypermarket. Di bagian atas los, tampak penunjuk zona barang dagangan yang dijual, dengan papan warna hijau dan penunjuk lokasi warna merah dan putih yang cukup mencolok. Di lorong/gang los tersebut banyak dijumpai tong-tong sampah bertutup, sehingga memudahkan para pengunjung dan penjual untuk membuang sampah mereka. Sehingga pada saat pasar tengah beroperasi pun, lantai lorong/gang tetap tampak bersih. Di latar belakang bagian atas di bawah atap terdapat dua exhaust fan yang berukuran besar yang membuat udara di dalam pasar selalu segar, terlebih lagi di bagian atas lapak-lapak bebas dari barang-barang dagangan sehingga angin lancar berhembus.
Memang di pasar ini para pedagang hanya menyimpan banyak persediaan barang dagangan secukupnya di lapaknya masing-masing, seperti terlihat pada gambar di samping yang ditutupi penutup warna coklat. Sehingga, tampak semua barang dagangan dapat diletakkan di lapak dan tidak terlihat penyajian barang dagangan di depan lapak, karena tidak perlu lagi. 
Semua pedagang di pasar ini dilarang melakukan sortasi barang dagangan di dalam pasar, sehingga barang dagangan yang akan dijual sudah dalam keadaan terseleksi dan mereka tinggal menatanya di lapak- lapak yang cukup luas bagi barang-barang yang akan dijualnya. Dengan sistem seperti ini tidak ada sampah yang terbawa masuk, karena semuanya sudah bersih merupakan hasil dari suatu sortasi. Kondisi ini sama sekali berbeda dengan pasar-pasar tradisional pada umumnya. 
Pada gambar di atas, tampak pengunjung pasar bersama kedua anaknya sedang berbelanja dengan santai dan merasa nyaman karena lorong yang lantainya bersih. Para pedagang meletakkan barang dagangan di tempat berupa kotak terbuka dari plastik yang memudahkan pengunjung melihat dan memilih barang yang akan dibelinya.

Gambar di atas menunjukkan lapak untuk pedagang buah-buahan yang di bagian depan terdapat plastik-plastik yang sengaja digantungkan untuk tempat sampah-sampah kecil. Di bagian ini tampak timbangan meja, tampaknya para pembeli harus menimbang sendiri buah-buahan yang sudah dipilihnya untuk dibeli. Dengan cara ini para pembeli merasa yakin dengan berat buah yang dibelinya dan tidak merasa takut dicurangi oleh pedagang yang bersangkutan. Sistem seperti inilah yang juga diterapkan di pasar-pasar moderen.
Pada gambar di samping menunjukkan suasana los basah di mana terdapat lapak yang berjualan ayam potong. Di depan lapak terdapat saluran air dan tampak tidak ada air yang melimpah ke luar, sehingga lantai tetap kering.










Pada gambar di samping adalah los untuk pedagang daging sapi, di mana pada setiap lapak terdapat gantungan daging sehingga daging tidak diletakkan di atas lapak yang kemungkinan lantai tersebut berdebu atau ada kotoran lain. Dengan adanya gantungan daging tersebut, maka daging sapi yang dijual cukup higienis.
Di pasar ini, pada setiap los-los basah termasuk los daging sapi diperlengkapi fasilitas elektronik pengusir lalat, sehingga di los-los ini tidak dijumpai banyak lalat. Di los daging ini juga tampak bahwa air di saluran tidak melimpah ke luar, sehingga lantai los tetap kering dan bersih.

Berikut pada gambar di samping ditampilkan penataan barang dagangan oleh pedagang kios yang berjualan peralatan rumah tangga. Penataan barang dagangan tampak terorganisasi cukup baik, di mana kelompok barang-barang sejenis diletakkan di satu tempat, sehingga memudahkan para pengunjung mencari barang-barang yang di kehendakinya.






Dalam penggunaan rak-rak untuk memajang dagangan juga tampak terorganisasi cukup baik, sehingga dapat dikatakan penyajiannya sudah mendekati penyajian barang-barang dagangan di pasar-pasar moderen. Penyajian seperti ini sudah waktunya juga dilakukan oleh para pedagang di kios-kios pasar-pasar tradisional.







Pada gambar di samping kiri dan kanan ditampilkan alat kebersihan lantai dan petugas kebersihan yang membersihkan  halaman luar pasar yang diawasi oleh seorang pengawas (supervisi) kebersihan. Di pasar ini, unsur kebersihan merupakan unsur utama yang mutlak harus dapat diwujudkan, sehingga pihak manajemen menyediakan peralatan dan sejumlah petugas yang memadai. Di banyak pasar tradisional, penyediaan alat-alat sarana kebersihan yang memadai sering kali sulit kali dilakukan, sehingga para petugas kebersihan bekerja dengan peralatan yang seadanya. Terlebih lagi para petugas bekerja tanpa dipedomani oleh petunjuk operasional yang baku, dan juga bekerja tanpa disupervisi. Sehingga kebersihan pasar dari hari ke hari tidak standar, kadang-kadang relatif bersih dan seringkali juga masih banyak sampah berceceran di sana sini ketika di pagi hari pasar akan memulai beroperasi.  
Gambaran situasi di Pasar Segar Graha Raya, Bintaro di atas mencerminkan kemampuan pihak pengelola pasar yang bekerja secara profesional. Di sini pihak pengelola pasar adalah perusahaan swasta yang memang ditunjuk untuk mengelola pasar ini. Apakah para pengelola pasar tradisional di berbagai pemerintah kabupaten dan kota dapat melakukannya seperti yang sudah dilakukan oleh perusahaan swasta ini? Jawabannya kenapa tidak, asalkan Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki komitmen yang besar untuk memperbaiki pasar tradisional di daerahnya serta bersedia untuk belajar tentang pengelolaan pasar tradisional dan memberikan bimbingan kepada para pedagang tentang perdagangan eceran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar